oleh

detikFinance | Pemerintah Memecah Harga Eksploitatif

detikFinance | Pemerintah Memecah Harga Eksploitatif – Ada fenomena berulang setiap tahun ketika bulan puasa Ramadhan terjadi: harga makanan pokok naik.

Karena orang-orang terbiasa dengan situasinya, mereka tampaknya menganggapnya biasa. Dengan asumsi bahwa puncak permintaan secara alami akan meningkatkan harga. Detik Hari Ini

Baca juga: Bonus Seorang CEO Ford Mencapai Ratusan Juta

Namun, tampaknya “kebenaran umum” ini tidak berlaku bagi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Yang percaya bahwa pola tersebut tidak benar dan tidak normal dan spekulan memainkan peran besar dalam mendorong kenaikan harga.

Bertekad untuk mengubah ini, pada awal April menteri meminta produsen besar dan distributor makanan pokok seperti gula, minyak goreng dan daging. Untuk menetapkan tingkat harga yang wajar bagi diri mereka sendiri dan juga konsumen mereka.

“Saya mengunci mereka di auditorium [Kementerian Perdagangan] selama tiga hari tiga malam. Kami melakukan ini sampai kami menyetujui harga yang telah ditetapkan, “Enggartiasto baru-baru ini mengatakan kepada wartawan. detikFinance

Sejak itu, harga gula dan minyak goreng masing-masing mencapai Rp 12.500 (94 sen dolar AS) per kilogram dan Rp 11.000 per kg. Sedangkan daging sapi beku dan kerbau India dijual seharga Rp 85.000 per kg dan Rp 80.000 per kg. , Masing-masing.

Langit-langit harga yang disepakati bersama mulai berlaku pada tanggal 10 April.

Langkah ini dirancang untuk mengantisipasi bulan puasa pada akhir Mei dan perayaan Idul Fitri pada akhir Juni karena orang-orang di Indonesia. Negara berpenduduk Muslim paling berpenduduk di dunia, makan lebih dari biasanya untuk berbuka puasa atau memasak hidangan khusus selama pertemuan keluarga.

Berita Hari Ini – Kementerian Perdagangan juga telah bergabung dengan satuan tugas ketahanan pangan yang dibentuk oleh Polisi Nasional bersama dengan pemangku kepentingan terkait. Termasuk Kementerian Pertanian. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan perusahaan logistik milik negara Bulog, untuk memantau secara ketat harga pangan. Dan mencegah praktik penimbunan makanan di seluruh negeri. detikFinance

Baca juga: Perusahaan Ini Mendaur Ulang Sabun Hotel

Upaya tersebut tampaknya akan menghasilkan tujuan yang diinginkan. Pada awal bulan Ramadhan, harga makanan pokok naik moderat, membalikkan tren yang terlihat di tahun-tahun sebelumnya. Prediksi Bola

detikFinance – Data dari hargapangan.id menunjukkan bahwa pada hari Jumat. Harga minyak goreng curah naik hanya 2,5 persen menjadi Rp 12.300 per kilogram. Sedangkan harga daging segar naik 2,86 persen menjadi Rp 32.350 per kg dan harga telur naik 4,23 persen menjadi Rp 22.200 per kg. Harga bawang putih, sementara itu, tergelincir 0,86 persen menjadi Rp 51.600 per kg.

Harga daging sapi beku, misalnya. sekarang lebih rendah dari tahun lalu ketika harganya naik di atas Rp 120.000 per kg.

Hingga Rabu, Bulog mengklaim telah mengamankan 33.000 ton daging kerbau dan 360.000 ton gula untuk didistribusikan ke seluruh negeri.

Enggartiasto mengakui bahwa masih tingginya harga bawang putih tetap menjadi perhatian dan hal ini telah ditangani melalui impor baru-baru ini.

“Saya tidak mengatakan bahwa harga yang relatif stabil berarti kita 100 persen berhasil, tapi setidaknya kita melihat inflasi rendah,” katanya, Rabu.

Dugaan praktik penimbunan oleh importir dikatakan menjadi penyebab tingginya harga yang terus-menerus. Polisi sedang menyelidiki dugaan praktik di Jakarta, Medan dan Surabaya ini.

Dalam perkembangan terpisah, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada hari Jumat bahwa inflasi bulanan mencapai 0,39 persen bulan ke bulan (ibu). Membawa tingkat inflasi tahunan menjadi 4,33 persen tahun ke tahun (yoy).

Inflasi terutama dipicu oleh kenaikan harga komoditas pangan seperti bawang putih, telur ayam, daging ayam, beras dan daging sapi di samping biaya lain seperti listrik, bahan bakar, tarif penerbangan dan rokok.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengakui inflasi Mei cukup tinggi dan menyebabkan situasi ini menjadi komponen makanan yang mudah menguap. Dia menambahkan bahwa pemerintah telah menemukan penyimpangan dalam penyaluran beberapa komoditas pangan, termasuk bawang putih, dengan importir berkontribusi terhadap distorsi pasar.

“Biarkan menteri perdagangan menangani mereka,” katanya Jumat.

Meskipun inflasi Mei, Darmin mengatakan target inflasi maksimum tahun ini. Yang ditetapkan sebesar 5 persen, masih dapat dicapai pada akhir 2017.

Berita Terbaru – Kepala ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan bahwa impor komoditas pangan dapat membantu mempertahankan pasokan dan harga yang baik dalam jangka pendek dan menengah. Namun, dalam jangka panjang, peningkatan produksi akan menjadi solusi akhir, katanya kepada detikFinance.

“Kita harus memperbaiki produktivitas pangan jangka panjang karena dari segi kuantitas, produksi komoditas dalam negeri kita seperti bawang putih, masih rendah,” kata David kepada detikFinance.

detikFinance | Pemerintah Memecah Harga Eksploitatif

Komentar

News Feed