oleh

detikNews | Negara Maju Karena Agama dan Politik Terpisah

detikNews | Negara Maju Karena Agama dan Politik Terpisah – Pergeseran agama ke dalam politik di Jakarta telah membuat kegugupan untuk melambaikan orang Indonesia. Dan yang lainnya dalam masyarakat majemuk di kawasan ini. Yang hanya tahu dengan baik dari pengalaman menyakitkan bahwa keduanya adalah campuran yang sangat mudah terbakar. Negara sekuler berusaha memisahkan mereka karena alasan itu. Oportunis politik melakukan kebalikannya karena bisa menghasilkan hasil yang mereka cari.

Hal ini ditunjukkan saat demonstrasi oleh Muslim. Garis keras memuncak di pihak berwenang yang menunjukkan bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama akan menghadapi tuduhan penghujatan. Karena mengacu pada sebuah ayat Quran yang disalahgunakan oleh lawan untuk mencegah umat Islam memilih seorang non-Muslim. Kedekatan politisi Cina-Kristen dengan Presiden Joko Widodo adalah alasan lain mengapa dia menjadi sasaran sebuah konspirasi. Berbagai elemen ingin menjatuhkan pemerintah juga melalui demonstrasi. Ada juga sudut sosial. Karena jumlah pemrotes yang baik menghadapi penggusuran karena usaha gubernur untuk membersihkan daerah kumuh di daerah yang rentan terhadap banjir. Aktivis Islam yang jauh-jauh cepat dengan cepat menawarkan dukungan mereka dan dengan demikian terus membangun niat baik, jauh dari media mata. detikNews

Baca juga : Jokowi Siap Melawan Kelompok Yang Tidak Toleran

Detik Hari Ini – Resiko bermain dengan api segera muncul saat massa memberontak. Juga mencuri barang dagangan di sebagian besar lingkungan China di Jakarta Utara. Sebuah peringatan mengerikan tentang tragedi rasial Mei 1998 yang melihat kematian, pemerkosaan, penjarahan dan pembakaran. detikNews

Api yang serupa sedang dikepang di Causeway di Malaysia. Di mana pembicaraan tentang pemilihan yang segera terjadi telah memicu ketegangan yang membara di sepanjang garis ras dan agama. Para pihak yang ingin menopang basis pemilihan tradisional mereka tampaknya menyusun garis etnis yang jelas dimana sentimen dapat dipicu untuk mempengaruhi pemilih. Sekali lagi, risiko terhadap perdamaian yang sulit dicapai dalam masyarakat multiras tidak diminimalisir. detikNews

Berita Hari Ini – Implikasi luas dari perkembangan ini memiliki relevansi dengan masyarakat pada umumnya dimana perpecahan sosial telah tumbuh dan sering diabaikan oleh para elit. Sebuah lapangan untuk masyarakat inklusif mungkin sangat bergantung pada cita-cita abstrak. Sementara aktivis agama melayani kebutuhan nyata kelas pekerja bersamaan dengan mendorong interpretasi doktrin yang ekstrem. Tidak mengherankan jika sebuah demonstrasi “Persatuan di Keanekaragaman” di Jakarta terasa pucat dibandingkan dengan ukuran demonstrasi yang diselenggarakan oleh kelompok garis keras. Perjuangan identitas di saat perubahan sulit dilakukan. Namun bila ada risiko terjadinya kekerasan ini, masyarakat harus segera bergabung untuk mencegah krisis. detikNews

Baca juga : Gubernur DKI Jakarta Ahok dinyatakan Bersalah

Bagi Singapura, pelajaran yang harus ditarik adalah kebutuhan akan usaha tanpa henti untuk meningkatkan pemahaman di kalangan masyarakat ras dan agama, ditambah dengan kewaspadaan abadi terhadap mereka yang ingin memanfaatkan sentimen visceral untuk mendapatkan politik. Dengan cara itu letak pembagian sosial dan perselisihan, yang harus dijaga ketat. detikNews

detikNews | Negara Maju Karena Agama dan Politik Terpisah di tulis oleh Prediksi Bola

Komentar

News Feed